Keyakinan Dokter Yayasan terhadap Rujukan Dermatologi: Survei Multi-Lokasi
Survei TERBARU di dua lokasi rumah sakit di Inggris mengungkapkan bahwa para dokter yayasan kurang percaya diri pada keterampilan dermatologis yang penting, sehingga menyebabkan ketidakselarasan harapan antara mereka dan dokter kulit dalam hal rujukan rawat inap.
Ikhtisar Studi
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepercayaan dokter yayasan terhadap kompetensi inti dermatologis dan membandingkannya dengan harapan dokter kulit mengenai kualitas rujukan rawat inap. Dilakukan di Rumah Sakit Universitas Basildon dan Rumah Sakit Umum Northampton, survei ini melibatkan 87 dokter tahun dasar dan 8 dokter kulit.
Kesenjangan Keyakinan dalam Keterampilan Dermatologi
Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar dokter yayasan melaporkan rendahnya kepercayaan diri terhadap keterampilan penting dermatologi. Misalnya, hanya 8-29% dokter yang merasa percaya diri dalam mendeskripsikan lesi kulit atau mengidentifikasi kondisi dermatologis yang serius. Selain itu, lebih dari 65% menyatakan ketidakpastian dalam menggunakan berbagai emolien, dan hanya 2-10% yang yakin dapat mengaplikasikannya secara efektif. Selain itu, sekitar 30% dokter tidak memahami buku pegangan British Association of Dermatologists (BAD), yang merupakan sumber utama panduan klinis.
Harapan yang Tidak Sesuai Antara Dokter dan Dokter Kulit
Dermatologis yang disurvei mencatat bahwa banyak rujukan tidak memiliki rincian klinis yang diperlukan, yang sangat penting untuk diagnosis dan penatalaksanaan yang efektif. Kondisi umum seperti eksim, psoriasis, dan kudis sering kali disalahartikan secara tidak tepat, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dokter kulit dan kemampuan dokter yayasan. Para ahli dermatologi menekankan perlunya informasi yang lebih baik untuk memandu pengobatan, yang tidak disadari oleh para dokter yayasan atau tidak cukup terlatih untuk memberikannya.
Panggilan untuk Peningkatan Pendidikan Dermatologi
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan dermatologi yang tidak memadai selama sekolah kedokteran berkontribusi terhadap kesenjangan kepercayaan diri ini. Baik dokter yayasan maupun dokter kulit mengamati adanya kekurangan dalam kualitas rujukan, yang dapat menyebabkan perawatan pasien yang tidak optimal dan konsultasi spesialis yang tidak perlu. Para penulis menganjurkan peningkatan pendidikan dermatologi bagi mahasiswa kedokteran, pedoman rujukan yang lebih jelas, dan umpan balik berkelanjutan dari dokter kulit untuk meningkatkan kualitas rujukan rawat inap.
Referensi: Khorshid KS dkk. Membandingkan Keyakinan Dokter Yayasan dan Harapan Dokter Kulit dalam Rujukan Rawat Inap: Survei Multi Lokasi. Penyembuh. 2025 4 Oktober;17(10):e93830.