0 Comments


Terakhir Diperbarui:

Dokter wanita tersebut, yang dilaporkan dikenal oleh Dr Muzzamil—praktisi medis yang berbasis di Faridabad yang ditangkap sebelumnya—saat ini berada di Jammu dan Kashmir.

Kendaraan Polisi Cabang Kejahatan di lokasi setelah 350 kg RDX dan senapan serbu di Faridabad. (PTI)

Kendaraan Polisi Cabang Kejahatan di lokasi setelah 350 kg RDX dan senapan serbu di Faridabad. (PTI)

Investigasi Polisi Jammu & Kashmir (JKP) terhadap modul dokter yang diradikalisasi telah diperluas, dengan seorang dokter wanita muncul sebagai tersangka utama dalam rencana teror yang menyebabkan penyitaan lebih dari 350 kilogram bahan peledak dan senjata canggih di Faridabad. Perkembangan ini menambah lapisan baru dalam penyelidikan multi-negara yang dimulai dengan penangkapan Dr Adeel dari Saharanpur dan sejak itu mengungkap apa yang digambarkan polisi sebagai “jaringan profesional medis yang sangat radikal” yang beroperasi sebagai sel rahasia.

Menurut sumber polisi, sebuah senapan serbu dan senjata lainnya baru-baru ini ditemukan dari kendaraan yang terdaftar di Haryana (HR55 CH STE) yang ditelusuri kembali ke dokter wanita tersebut. Senjata yang diambil dari kendaraan tersebut antara lain satu senapan AK Krinkov dengan tiga magasin, satu pistol dengan peluru tajam, dua selongsong peluru kosong, dan dua magasin tambahan.

Dokter wanita tersebut, yang dilaporkan dikenal oleh Dr Muzzamil—praktisi medis yang berbasis di Faridabad yang ditangkap sebelumnya—saat ini berada di Jammu dan Kashmir dan sedang diinterogasi oleh JKP.

Kasus ini terungkap setelah penyelidik menggerebek beberapa lokasi di Faridabad, termasuk lokasi yang terkait dengan Dr Muzzamil. Polisi menemukan sejumlah besar bahan pembuat IED—terutama amonium nitrat dan bubuk mudah terbakar lainnya—yang disimpan di beberapa koper. Pemulihan ini mengikuti petunjuk awal yang diperoleh dari interogasi Dr Adeel, yang mengungkapkan bahwa jaringan dokter telah meradikalisasi calon dokter sejak tahun 2021-2022 di bawah bimbingan petugas yang diidentifikasi sebagai Hashim dan kemudian Dr Omar di Srinagar.

Sumber mengatakan bahan peledak yang ditemukan di Faridabad telah sampai ke Dr Muzzamil sekitar 15 hari sebelum penangkapannya. Dia ditahan sekitar 10 hari yang lalu dan masih menjadi tanggung jawab JKP. Penyelidik yakin kiriman itu dimaksudkan untuk digunakan dalam alat peledak improvisasi (IED) sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk melakukan serangan berdampak besar di wilayah Delhi–NCR.

Peran Dokter Wanita Dalam Penyelidikan

Polisi kini sedang memeriksa apakah dokter wanita tersebut memberikan bantuan logistik atau bertindak sebagai saluran untuk memindahkan senjata dan material. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut senjata tersebut diduga telah terdaftar atas namanya atau di bawah kendali operasionalnya. Penyelidik juga memverifikasi komunikasi dan transaksi keuangannya untuk menentukan apakah dia mengetahui motif radikal kelompok tersebut atau merupakan peserta aktif.

Jaringan Lebih Luas dan Penggerebekan Berkelanjutan

Penyelidikan ini juga melibatkan individu lain dari Faridabad, termasuk seorang imam lokal yang sedang diinterogasi oleh Polisi Haryana untuk kemungkinan kaitannya dengan modul tersebut. Berbagai penggerebekan terus dilakukan di desa Dhaouj dan daerah sekitarnya, yang menurut polisi digunakan sebagai rumah persembunyian dan penyimpanan karena kedekatannya dengan Delhi namun relatif terisolasi.

Pejabat dari JKP dan Kepolisian Haryana menyebut kasus ini sebagai salah satu terobosan pemberantasan teror terbaru yang paling signifikan. Dengan keterlibatan banyak profesional, termasuk dokter, penyelidikan ini menyoroti bagaimana radikalisasi dapat menyusup ke wilayah yang tidak terduga—mengubah mereka yang terlatih untuk menyelamatkan nyawa menjadi saluran kekerasan. Diperkirakan akan ada lebih banyak penangkapan karena penyelidikan terus mengungkap cakupan penuh jaringan tersebut.

Berita India Dokter Wanita Di Bawah Pemindai Dalam Kasus Bahan Peledak Faridabad, Senapan Serbu Ditemukan Dari Mobilnya
Penafian: Komentar mencerminkan pandangan pengguna, bukan pandangan News18. Harap jaga diskusi tetap hormat dan konstruktif. Komentar yang kasar, memfitnah, atau ilegal akan dihapus. News18 dapat menonaktifkan komentar apa pun sesuai kebijakannya. Dengan memposting, Anda menyetujui Ketentuan Penggunaan dan Kebijakan Privasi kami.

Baca selengkapnya



Dokter Wanita Di Bawah Pemindai Dalam Kasus Bahan Peledak Faridabad, Senapan Serbu Ditemukan Dari Mobilnya | Berita India

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts